HOT ASI CATERING JALAN MAKMUR SIBORONG-BORONG

SIANTURISIMATANIARICOM – Siborong-borong, Sianturi Simataniari Memasuki Era Digitalisasi. Jangan terlambat untuk beradaptasi dengan new normal atau new life style dan atau kebiasaan baru pasca pandemi dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi industri menuju 4.0 atau 5.0.

Bagi para penggiat²ekonomi dan yang berbisnis di kategori UMKM (barang dan jasa jual beli), selain itu banyak informasi terkait Marga Sianturi Simataniari dan akan dimutahirkan lagi dengan pembaharuan-pembaharuan teknologi dan pirantinya.

Selaras dengan semangat kita memang pemerintah juga terus menerus berusaha membangkitkan pelaku UKM di Negeri ini agar senantiasa dapat bersaing dan bahkan menjadi tulang punggung ekonomi Nasional untuk merealisasikan Ekonomi Kerakyatan itu sendiri dimana Roh nya adlah Gotong Royong.

Di Portal UMKM kita mengutamakan promosi dan memperdagangkan Produk dalam negeri dan lebih detail lagi yaitu produk UMKM yang memiliki nilai tambah. Mari kita mulai saja dahulu…

Seperti HOT ASI Catering, Jl. Makmur – Siborong-borong Menerima pesanan dan melayani acara umum dan acara adat, partai besar maupun juga partai kecil dengan nomor kontak: 081293639771–St. Mindo Ria Malau.

Pada suatu kesempatan inang St. Mindo Ria Malau menyampaikan; Kami Keluarga Besar HOT ASI Catering, Jl. Makmur – Siborong-borong, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian, doa serta mempercayakan urusan menyediakan konsumsi dalam acara umum dan acara adat kepada kami.

Motto HOT ASI Catering;

“Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima. Nggak percaya? Pesan kalian dulu attong, biar ggak sekedar hata-hata, hatakku ini. Yuks kita buktikan Bersama”

Sudah lumayan banyak pelayanan yang sudah kami kerjakan didalam kota Siborong-borong dan diluar yang masih termasuk dalam jangkauan kami di Tapanuli Raya. Namun demikian kami terus dan selalu meningkatkan kualitas pelayanan kami agar semakin memuaskan hasuhuton dan undangannya. begitu penuturan inang St. Mindo Ria Malau.

Filosofi dan motivasi HIDUP;

“Ajari ma hami mamilangi ari-ari ni ngolunami asa dapotan roha nabisuk hami. Unang hudok hami napalojahu hami dinamangula ulaon nami uju dipaloas -Ho hami mangula ulaon i. Asa tangkas huantusi hami, ingkon hir do hodok nami mangalului sipanganon nami saleleng diportibion dope hami”.

Demikian dari kami sianturisimataniari.com sedikit presentasi sekaligus promosi bagi kita sekalian, atas kepercayaannya selama ini, kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya (mauliate godang). Semoga Tuhan Memberkati. Amin. (*)

Beralih ke TV Digital, Pemerintah Sediakan Set Top Box Gratis untuk 6,7 Juta Warga Miskin

JAKARTA, SIANTURISIMATANIARICOM – Dua hari lagi siaran TV Analog akan segera dimatikan di 166 kabupaten kota seluruh Indonesia.

Penghentian siaran analog ini, menandai dimulainya tahap pertama migrasi siaran televisi analog ke digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebut, keunggulan siaran TV Digital yang bersih, jernih dan canggih.

Tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus dan 2 November nanti untuk seluruh Indonesia.

Untuk menerima layanan siaran digital, warga harus membeli alat tambahan set top box yang tetap menggunakan antena penerima UHF.

Setelah terpasang, kanal siaran dapat dilakukan pada menu pencarian secara otomatis untuk menikmati siaran.

Presiden Joko Widodo menyebut, menyatakan migrasi ke TV Digital bagian dari transformasi teknologi.

Pemerintah juga menyediakan set top box gratis, yang bagi sekitar 6,7 juta warga miskin.

Migrasi TV Analog ke digital, juga ditempuh untuk menata ulang penggunaan frekuensi yang terbatas dan memberi ruang frekuensi yang cukup untuk internet cepat dan ekonomi digital.

Untuk memahami lebih detail terkait dengan penjelasan peralihan siaran analog ke siaran digital, dapat membaca link berita berikut ini;

Indonesia mulai masuki era TV Digital

JAKARTA, SIANTURISIMATANIARICOM – Indonesia mulai memasuki era penyiaran TV Digital terestrial free-to-air. Sistem penyiaran televisi digital ini mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan yang lebih tajam serta jernih di layar TV dibandingkan siaran analog.

Sejak akhir 2012, infrastruktur TV Digital sudah mulai dibangun dan dioperasikan oleh penyelenggara multipleksing swasta di Jawa dan Kepulauan Riau. Konten siaran dalam format digital pun sudah dapat dinikmati masyarakat di wilayah ini. Daerah lain akan menyusul secara bertahap, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Pada masa transisi, sinyal analog dan digital dipancarkan secara bersamaan yang dikenal dengan masa simulcast. Selain untuk tetap menjamin hak masyarakat mendapatkan informasi melalui media TV, tujuan masa transisi adalah agar masyarakat mulai melakukan peralihan ke siaran digital. Pada periode ini masyarakat juga bisa melihat perbedaan kualitas siaran analog dan digital.

Tanpa harus membeli pesawat TV baru, masyarakat dapat menikmati konten siaran format digital dengan cara menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box) pada pesawat TV lama. Set top box (STB) adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV analog.

STB sebagai receiver sinyal digital harus memiliki standard yang sama dengan sistem pemancar (transmitter), yaitu DVB-T2. Standard ini diadopsi Indonesia sejak 2012, menggantikan standard DVB-T (2007) sebagai standard penyiaran TV Digital terestrial penerimaan tetap free-to-air atau tidak berbayar.

Salah satu perbedaan antara siaran TV analog dan digital adalah pada pemanfaatan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang sangat terbatas. Pada sistem penyiaran TV analog, satu kanal frekuensi digunakan untuk menyalurkan satu program siaran TV. Sementara pada sistem penyiaran digital DVB-T2, satu kanal frekuensi mampu membawa hingga 12 program siaran standard definition (SDTV). Artinya, terjadi inefisiensi penggunaan spektrum frekuensi radio pada sistem analog. Sebaliknya, terdapat optimalisasi pemanfaatan kanal frekuensi pada sistem digital.

Pada penyiaran TV Digital, kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dibandingkan siaran analog. Hal ini dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun. Juga siaran TV Digital hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati. Sedangkan pada siaran TV analog, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau ‘bersemut’. Selain itu juga rentannya sinyal siaran analog terhadap gangguan cuaca.

Membangun jaringan infrastruktur TV Digital memang membutuhkan investasi yang besar. Operator multipleksing TV Digital harus membangun infrastruktur di wilayah-wilayah layanan dalam zona layanannya sesuai komitmen pada saat seleksi penyelenggaraan multipleksing. Namun infrastruktur yang sudah ada dapat tetap dimanfaatkan seperti bangunan, SDM dan lain-lain. Nantinya operator multipleksing tersebut dapat menyewakan sebagian kapasitas yang dimilikinya kepada lembaga penyiaran yang menyediakan program siaran.

Jadi, penyedia konten tidak harus membangun infrastruktur sendiri semacam pemancar, antena, tower, dan sebagainya. Penyedia konten cukup menyewa slot siaran sesuai ketentuan kepada operator multipleksing untuk menyalurkan konten siarannya kepada masyarakat di suatu wilayah. Model bisnis ini merupakan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dengan tetap mengedepankan prinsip open access dan non discriminatory antara penyelenggara jaringan dengan penyedia konten siaran.

Proses transisi dari analog ke digital menuju pada saat dihentikannya siaran analog (analog switch-off). Analog Switch Off (ASO) sudah dilakukan secara total di banyak negara, antara lain Amerika Serikat (12 Juni 2009), Jepang (24 Juli 2011), Kanada (31 Agustus 2011), Inggris dan Irlandia (24 Oktober 2012), Australia (2013). Indonesia menetapkan ASO secara nasional pada 2018. Namun demikian, ASO akan dilakukan sebelumnya secara bertahap di kota-kota besar yang telah lebih dulu terjangkau siaran TV Digital. Seperti kota-kota di Jawa, rencananya ASO dilaksanakan pada 2015 setelah hampir seluruh populasi terjangkau dan sudah menonton siaran digital.

Berjalan mulus tidaknya proses migrasi hingga ASO tergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan. Kesadaran masyarakat mau membeli STB sendiri untuk berpindah dari menonton siaran TV analog ke digital sangatlah penting. Operator multipleksing TV Digital memang menyediakan STB sebagai bentuk komitmennya mendukung program migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital. Namun jumlahnya terbatas dan pembagiannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama serta kriteria penerima harus sesuai ketentuan. Pemerintah juga mendorong pabrikan set top box lokal untuk memproduksi STB yang berkualitas dengan harga jual terjangkau masyarakat luas.

Pemerintah memiliki peran bukan hanya sebagai regulator tetapi juga melakukan sosialisasi TV Digital. Pemerintah telah melakukan sosialisasi dan menyiapkan berbagai sarana untuk membangun awareness dan kesiapan masyarakat menyambut era penyiaran TV Digital. Billboard TV Digital sudah tersebar di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial twitter dengan mem-follow @TVDigital_IDN  juga Fan Page Facebook TVdigital.Kominfo. Selain itu, sudah beroperasi selama 24 jam layanan call center Halo TV Digital di nomor 500801 untuk melayani masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program TV Digital.

Editor: Suryanto

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/402958/indonesia-mulai-masuki-era-tv-digital

Andigan boi MAJU

Andigan boi MAJU?

Opini – Terminologi MAJU molo dalam bahasa Indonesia yakni; berpindah/bergeser/move on dari titik awal ke titik selanjutnya sampai pada titik yang menjadi tujuan. Itu arti sebenarnya dari dalam kamus Bahasa KBBI. Bahasa bataknya marhusor tu jolo.
Nah, menariknya lagi dison; molo MAJU menurut halak hita yaitu, sudah selangkah lebih baik tingkatannya atau level keadaan dari sebelumnya. Terkandung arti kiasan yang bermakna lebih dalam.
Jadi apabila ingin MAJU dalam arti sebenarnya atau arti kiasan yang bermakna lebih dalam, itu membutuhkan proses, tahapan dan waktu.
Mari kita pakai kata MAJU untuk kendaraan bermotor roda empat, proses, tahapan yang dibutuhkan secara garis besar antara lain:
Kondisi Kesehatan fisik driver harus sehat,
Kondisi mesin kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan baik,
Kondisi keempat roda kendaraan ditambah ban serap harus siap.
Hidupkan mesin, cek lampu-lampu, cek kaca spion dan kemudian proses masuk kopling dan pindah transmisi dari pelan sampai pada kecepatan tertentu yang diinginkan, jangan lengah, hati-hati di jalan, ada kendaraan di kiri kanan mu, ada di depan dan belakang mu, satu arah ataupun dari arah berlawanan.
Tetap selalu berhati-hati alana sai olo do adong manusia menyeberang tidak pakai JPO, bahkan hewan liar atau peliharaan pun perlu diwaspadai. Perhatikan rambu lalulintas dan lampu isyarat, lihat dan baca petunjuk arah jalanmu.
Keterangan diatas baru sekedar untuk kendaraan bermotor roda empat yang ingin MAJU, itu pun juga perlu banyak hal yang harus dijalankan terlebih dahulu, kemudian dan selanjutnya.
Lalu pertanyaan yang timbul kemudian; apa proses atau tahapan dan berapa lama waktu yang diperlukan apabila seseorang, kelompok orang atau suatu marga ingin mengalami kemajuan “MAJU”?
Mudah bertanya kapan MAJU, hampir semua manusia di Bumi ini, berkeinginan untuk MAJU! Tetapi proses atau tahapan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk MAJU, ini sungguh, memang kenyataannya ada banyak sekali yang tidak mengerti dengan baik, tidak memahami dengan baik proses atau tahapan itu!
Mengutip apa yang dikatakan politikus Budiman Sudjatmiko dalam video motivasi yang beredar luas media sosialnya;
“Jika nama orangtua mu atau leluhurmu tercatat baik dalam sejarah, kamu pasti akan berjuang habis-habisan untuk tetap mempertahankan sejarah itu; jika nama leluhurmu tercatat buruk dalam sejarah, maka kamu akan habiskan waktumu, mau menghapusnya lalu mengubah catatan sejarah itu; tapi jikalau leluhurmu tidak tercatat dimanapun dalam sejarah, kamu akan membuat sejarah atas namamu sendiri”.
Jika kita implementasikan kutipan diatas, maka apa yang sedang kita lakukan sekarang, sudah on the track dan perlu konsisten secara berkesinambungan untuk GENERASI EMAS POMPARAN RAJA SIMATANIARI SIANTURI.
TANGI ma HITA… Selamat memulai dan selamat berjuang.

Warung Pandang Walets, Suguhkan Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Sejarah Letter ‘S’

Warung Pandang Walets, Suguhkan Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Sejarah Letter ‘S’ 

Warung Pandang Walets, Suguhkan Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Sejarah Letter 'S'

Jakarta – Di era tahun 90-an, kawasan wisata Letter ‘S’ menjadi salah satu Icon Wisata yang sangat terkenal di Kabupaten Dairi, karena saat itu menjadi kawasan yang paling ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Lokasinya berada tepat di pinggir perbukitan dengan jalan yang berkelok-kelok menyerupai huruf ‘S’ yang merupakan Jalan Lintas Provinsi Sidikalang-Medan di Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Belakangan lokasi ini mulai terlupakan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Dairi, dengan semakin banyaknya destinasi-destinasi wisata di wilayah Kabupaten Dairi seperti Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, yang tepat berada di sebelahnya; Kawasan Wisata Danau Toba di Kecamatan Silahisabungan dan kawasan wisata lainnya yang ada di Kabupaten Dairi. Selain itu, tentu akibat Pandemi Covid-19 yang menyebabkan lesunya sektor wisata di berbagai daerah.

Meski demikian, Kawasan Wisata Leter ‘S’ tetap menyimpan banyak destinasi wisata alam dan wisata sejarah yang sangat layak dikunjungi, karena tidak dapat ditemui di kawasan wisata lainnya. Yang mana, selain menyuguhkan wisata penatapan pemandangan serta wisata pegunungan yang indah dengan lokasi yang begitu asri karena ditumbuhi ribuan pohon Pinus, di dalam kawasan wisata Letter ‘S’ juga terdapat wisata Sejarah. Disini pengunjung dapat mengunjungi langsung monumen-monumen bersejarah, salah satunya monumen dan patung Pahlawan Nasional Republik Indonesia yakni, TB. Simatupang, salah satu putra terbaik tanah air asal Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Tidak hanya itu, disebut sebagai destinasi wisata sejarah, karena di sebelahnya juga terdapat monumen patung bersejarah yang merupakan Komponis Nasional DR. Liberty Manik, yang menciptakan Lagu Nasional Indonesia yang berjudul ‘Satu Nusa Satu Bangsa’. Putra Kelahiran Huta Manik, Kecamatan Sumbul ini juga dikenal sebagai seorang filolog atau ahli penerjemah bahasa batak kuno. Di kawasan Letter ‘S’ ini juga, terdapat wisata Air Terjun Lae Pandaroh, yang tentu menyimpan banyak sejarah.

Nah, belum lama ini, sekitar akhir tahun 2020, di kawasan wisata Letter ‘S’ ini juga terdapat sebuah destinasi baru, yang mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan atau pecinta ‘healing’ yaitu sebuah wisata kuliner yang menyuguhkan seduhan Kopi Asli Sidikalang, yang dinamai dengan WaletS Kafe, yang penamaannya berasal dari lokasi wisata Letter ‘S’ itu sendiri, yakni Warung Pandang Letter ‘S’ (WaletS) karena lokasinya tepat berada di kawasan Letter ‘S’.

Kafe yang dikelola oleh Simon Sianturi, seorang entrepreneur muda yang baru berusia 24 tahun ini, mengatakan usaha yang dikelolanya yang berada persis di kawasan wisata Letter ‘S’ ini untuk mengangkat kembali kejayaan kawasan wisata yang dulu sempat menjadi ikon wisata di Kabupaten Dairi tersebut, agar kembali ramai dikunjungi pasca Pandemi Covid-19.

Saat dihubungi sianturisimataniari.com, Minggu (10/04/2022) dirinya mengatakan selain wisata kuliner yang ia sajikan, berupa seduhan kopi asli ‘Sidikalang’ yang sudah sangat tersohor, tempatnya juga menyuguhkan view pemandangan pegunungan yang dapat menikmati keindahan perbukitan. Ia mengatakan, dari tempatnya, sejauh mata memandang akan terlihat hamparan hutan bukit barisan yang hijau yang mampu memanjakan mata para pengunjung, termasuk jalan yang berkelok-kelok yang berada persis di bawah warung pandang tersebut. Dari sana juga, terlihat hamparan lahan persawahan dan perladangan bahkan hamparan kota Sumbul dan Desa Tiga Baru. Dan jika malam hari, kerlap-kerlip lampu kota dan desa itu begitu indah.

Tidak hanya itu, para pengunjung yang datang ke warung pandang WaletS, dapat menikmati wisata sejarah yang ada di kawasan wisata Letter ‘S’. Dimana posisi dari warung pandang Walets ini, persis berada di bawah monumen-monumen bersejarah tersebut, yang dihubungkan dengan puluhan anak-anak tangga. Monumen-monumen bersejarah yang merupakan putra-putra terbaik tanah air kelahiran Kabupaten Dairi itu, sangat instagramable jika diabadikan, khususnya bagi para pengunjung yang suka mengabadikan momen dengan berfoto ria.

“Banyak pengunjung Walets Kafe dan pengendara yang berketepatan singgah ke sini untuk melepas lelah setelah jauh berkendara, akhirnya naik ke atas melalui anak-anak tangga untuk mengunjungi monumen-monumen bersejarah tersebut,” ungkapnya.

Begitu juga sebaliknya, ia mengungkapkan para pengunjung yang sengaja datang berwisata ke destinasi sejarah yang ada di kawasan Letter ‘S’ banyak yang mampir ke warung pandang Walets yang dikelolanya, untuk istirahat dan bersantai sejenak setelah lelah mengitari destinasi-destinasi yang ada di letter ‘S’ untuk menikmati hidangan serta menyeruput kopi asli Sidikalang, atau sekedar menumpang ke toilet warung pandang yang disediakannya.

“Kebetulan, di atas belum menyediakan toilet umum untuk pengunjung, para pengunjung juga kadang datang hanya untuk menumpang toilet. Yang penting, para wisatawan yang berkunjung nyaman saat berwisata ke Letter ‘S’,” ujarnya sambil berseloroh.

Kepada sianturisimataniari.com ia menyampaikan, warung pandang Walets yang dikelolanya beroperasi dari hari Selasa hingga hari Minggu. Umumnya, pengunjung ramai datang ke lokasinya saat di akhir-akhir pekan yakni dari Hari Jumat hingga hari Minggu. Sementara, untuk jam operasi warung pandang Walets, dibuka dari pukul 13:00 WIB hingga pukul 22:00 WIB.

Saat team dari sianturisimataniari.com yang sengaja berkunjung dan berkeliling disana, betul-betul menyaksikan secara langsung alam yang indah satu area dengan destinasi sejarah yang ada di kawasan Letter ‘S’

“Dari tempat ini, pengunjung akan terpesona saat menikmati keindahan perbukitan yang ada. Demikian pula dengan tempat ini dibuat sangat nyaman untuk ngopi dan cocok sekali untuk istirahat sejenak setelah lelah berkeliling menikmati tempat wisata monumen-monumen bersejarah yang ada di Lettes ‘S’,” pungkasnya.