SEJARAH BERDIRINYA PAPOSMA SE DUNIA

Keterangan Gambar: Bendera Perkumpulan Paposma Se Dunia
(Dok. Paposma Se Sunia)

LATAR BELAKANG

Semangat yang mendorong dan menjadi latar belakang terbentuknya Perkumpulan Parsadaan Pomparan Raja Simataniari Sianturi Boru dohot Berena Se Dunia, seperti sebagai berikut dibawah ini:

  1. Sebagai sarana untuk memelihara dan merawat falsafah Dalihan Na Tolu agar tetap hidup dan tumbuh di dalam hati dan pikiran masyarakat dan budaya Batak.
  2. Keinginan dan harapan ingin mempererat kembali hubungan keturunan dari Marga Sianturi (Simangonding dan Simataniari).
  3. Adanya kesamaan maksud dan keinginan serta komitmen pribadi dengan pribadi dua sosok tokoh penting dari Simangonding dan Simataniari.
  4. Keinginan dan harapan itu kembali menggelora saat diagendakannya Pesta Jubileum 100 Tahun Tugu Raja Simataniari Sianturi di Lobutolong,
  5. Setelah selesai mengadakan rapat konsolidasi dan persiapan pesta di Lobutolong, Kec. Paranginan, Bpk. SMT. Tom Sianturi sebagai ketua panitia sudah berkunjung kerumah Bpk. Samsul Sianturi di Sitio-tio, Kec. Muara.
  6. Didalam rencananya pada saat Pesta Jubileum 100 Tahun Tugu Raja Simataniari Sianturi, kita sudah bersama-sama dengan hahadoli Simangonding. Itu kerinduannya.
  7. Sebagai tindak-lanjutnya, panitia mengadakan pertemuan dengan Tulang Manurung (Perkumpulan Patambor Se Indonesia), demikian pula pertemuan dengan rencana hahadoli Simangonding yang diketahui, juga akan mendirikan Perkumpulan yang sama.
  8. Dalam prinsip kesetaraan sosial, semua orang yang berada dalam suatu kelompok tertentu memiliki status yang sama. Dengan demikian dibutuhkan wadah bagi Pomparan Raja Simataniari Sianturi Boru Bere yang sudah mencapai puluhan bahkan ratusan ribu untuk musyawarah mufakat sebagai perwakilan.
  9. Untuk itulah mengapa pendirian Perkumpulan diupayakan sebelum Pesta Jubileum 100 Tahun dilaksanakan pada tanggal 16 September 2021. Namun demikian rencana dan keinginan diatas belum berhasil terlaksana dikarenakan pandemi covid19 melanda dunia.
  10. Namun demikian, gagasan besar ini tidak cukup hanya dengan “satu kali tepukan lalu selesai”, tetapi organisasi ini dibangun dengan rencana dan program yang berkelanjutan.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud pendirian perkumpulan adalah untuk mempersatukan Pomparan Raja Simataniari pada khususnya dan untuk mempersatukan Pomparan Raja Sianturi pada umumnya dengan menjunjung tinggi falsafah Dalihan Na Tolu (filosofis atau wawasan sosial-kulturan yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak).

Tujuan pendirian perkumpulan berfungsi :

  • Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya nasional, adat istiadat, nilai-nilai luhur, filosofi Suku Batak pada umumnya dan keturunan Raja Simataniari Marga Sianturi pada khususnya.
  • Mempersatukan, mengkoordinasikan, mengayomi, melindungi, membina, mempererat hubungan kekerabatan, kekeluargaan, dan persaudaraan dari keturunan Raja Simataniari Sianturi beserta Boru dan Berenya di seluruh dunia, membantu, serta memberdayakan para anggotanya menuju kesejahteraan jasmani dan rohani.
  • Mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, penguasaan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia yang menjadi anggotanya sehingga mampu beradaptasi dan berkompetisi pada era globalisasi.
  • Meningkatkan peran serta dan partisipasi aktif dari para anggotanya dalam segala aspek pembangunan di tengah-tengah masyarakat di tingkat nasional maupun global.
  • Menjembatani, menyalurkan, memperjuangkan, dan mewakili para anggotanya untuk menyampaikan berbagai ide, aspirasi, eksistensi, kepentingan, harkat, martabat, kehormatan, dan hak-hak para anggotanya terhadap instansi/institusi pemerintah, badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
  • Menjadi katalisator, fasilitator, komunikator, mediator, stabilisator, dan sarana bagi para anggotanya di mana pun Perkumpulan dan/atau para anggotanya berada.
  • Membantu, menjadi mitra, serta bekerja sama dengan pemerintah, pemerintah daerah, swasta, lembaga, institusi, badan, organisasi lain, dan pihak lainnya untuk merealisasikan program-program yang diselenggarakannya baik secara nasional maupun internasional dalam rangka pengembangan dan keberlanjutan organisasi, serta untuk mencapai maksud dan tujuan Perkumpulan.
  • Melakukan kegiatan menghimpun, mengelola, serta menyalurkan bantuan, sumbangan, dana masyarakat untuk kegiatan sosial, pemberian santunan, bea siswa, pengembangan, pelestarian budaya, adat/tradisi, dan lain-lain sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Melakukan kegiatan pembinaan, pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi kepada para anggotanya dan masyarakat luas dengan menyelenggarakan berbagai seminar, ceramah, forum diskusi, dan cara-cara lainnya.

bersambung…