Warung Pandang Walets, Suguhkan Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Sejarah Letter ‘S’

Warung Pandang Walets, Suguhkan Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Sejarah Letter ‘S’ 

Warung Pandang Walets, Suguhkan Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Sejarah Letter 'S'

Jakarta – Di era tahun 90-an, kawasan wisata Letter ‘S’ menjadi salah satu Icon Wisata yang sangat terkenal di Kabupaten Dairi, karena saat itu menjadi kawasan yang paling ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Lokasinya berada tepat di pinggir perbukitan dengan jalan yang berkelok-kelok menyerupai huruf ‘S’ yang merupakan Jalan Lintas Provinsi Sidikalang-Medan di Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Belakangan lokasi ini mulai terlupakan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Dairi, dengan semakin banyaknya destinasi-destinasi wisata di wilayah Kabupaten Dairi seperti Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, yang tepat berada di sebelahnya; Kawasan Wisata Danau Toba di Kecamatan Silahisabungan dan kawasan wisata lainnya yang ada di Kabupaten Dairi. Selain itu, tentu akibat Pandemi Covid-19 yang menyebabkan lesunya sektor wisata di berbagai daerah.

Meski demikian, Kawasan Wisata Leter ‘S’ tetap menyimpan banyak destinasi wisata alam dan wisata sejarah yang sangat layak dikunjungi, karena tidak dapat ditemui di kawasan wisata lainnya. Yang mana, selain menyuguhkan wisata penatapan pemandangan serta wisata pegunungan yang indah dengan lokasi yang begitu asri karena ditumbuhi ribuan pohon Pinus, di dalam kawasan wisata Letter ‘S’ juga terdapat wisata Sejarah. Disini pengunjung dapat mengunjungi langsung monumen-monumen bersejarah, salah satunya monumen dan patung Pahlawan Nasional Republik Indonesia yakni, TB. Simatupang, salah satu putra terbaik tanah air asal Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Tidak hanya itu, disebut sebagai destinasi wisata sejarah, karena di sebelahnya juga terdapat monumen patung bersejarah yang merupakan Komponis Nasional DR. Liberty Manik, yang menciptakan Lagu Nasional Indonesia yang berjudul ‘Satu Nusa Satu Bangsa’. Putra Kelahiran Huta Manik, Kecamatan Sumbul ini juga dikenal sebagai seorang filolog atau ahli penerjemah bahasa batak kuno. Di kawasan Letter ‘S’ ini juga, terdapat wisata Air Terjun Lae Pandaroh, yang tentu menyimpan banyak sejarah.

Nah, belum lama ini, sekitar akhir tahun 2020, di kawasan wisata Letter ‘S’ ini juga terdapat sebuah destinasi baru, yang mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan atau pecinta ‘healing’ yaitu sebuah wisata kuliner yang menyuguhkan seduhan Kopi Asli Sidikalang, yang dinamai dengan WaletS Kafe, yang penamaannya berasal dari lokasi wisata Letter ‘S’ itu sendiri, yakni Warung Pandang Letter ‘S’ (WaletS) karena lokasinya tepat berada di kawasan Letter ‘S’.

Kafe yang dikelola oleh Simon Sianturi, seorang entrepreneur muda yang baru berusia 24 tahun ini, mengatakan usaha yang dikelolanya yang berada persis di kawasan wisata Letter ‘S’ ini untuk mengangkat kembali kejayaan kawasan wisata yang dulu sempat menjadi ikon wisata di Kabupaten Dairi tersebut, agar kembali ramai dikunjungi pasca Pandemi Covid-19.

Saat dihubungi sianturisimataniari.com, Minggu (10/04/2022) dirinya mengatakan selain wisata kuliner yang ia sajikan, berupa seduhan kopi asli ‘Sidikalang’ yang sudah sangat tersohor, tempatnya juga menyuguhkan view pemandangan pegunungan yang dapat menikmati keindahan perbukitan. Ia mengatakan, dari tempatnya, sejauh mata memandang akan terlihat hamparan hutan bukit barisan yang hijau yang mampu memanjakan mata para pengunjung, termasuk jalan yang berkelok-kelok yang berada persis di bawah warung pandang tersebut. Dari sana juga, terlihat hamparan lahan persawahan dan perladangan bahkan hamparan kota Sumbul dan Desa Tiga Baru. Dan jika malam hari, kerlap-kerlip lampu kota dan desa itu begitu indah.

Tidak hanya itu, para pengunjung yang datang ke warung pandang WaletS, dapat menikmati wisata sejarah yang ada di kawasan wisata Letter ‘S’. Dimana posisi dari warung pandang Walets ini, persis berada di bawah monumen-monumen bersejarah tersebut, yang dihubungkan dengan puluhan anak-anak tangga. Monumen-monumen bersejarah yang merupakan putra-putra terbaik tanah air kelahiran Kabupaten Dairi itu, sangat instagramable jika diabadikan, khususnya bagi para pengunjung yang suka mengabadikan momen dengan berfoto ria.

“Banyak pengunjung Walets Kafe dan pengendara yang berketepatan singgah ke sini untuk melepas lelah setelah jauh berkendara, akhirnya naik ke atas melalui anak-anak tangga untuk mengunjungi monumen-monumen bersejarah tersebut,” ungkapnya.

Begitu juga sebaliknya, ia mengungkapkan para pengunjung yang sengaja datang berwisata ke destinasi sejarah yang ada di kawasan Letter ‘S’ banyak yang mampir ke warung pandang Walets yang dikelolanya, untuk istirahat dan bersantai sejenak setelah lelah mengitari destinasi-destinasi yang ada di letter ‘S’ untuk menikmati hidangan serta menyeruput kopi asli Sidikalang, atau sekedar menumpang ke toilet warung pandang yang disediakannya.

“Kebetulan, di atas belum menyediakan toilet umum untuk pengunjung, para pengunjung juga kadang datang hanya untuk menumpang toilet. Yang penting, para wisatawan yang berkunjung nyaman saat berwisata ke Letter ‘S’,” ujarnya sambil berseloroh.

Kepada sianturisimataniari.com ia menyampaikan, warung pandang Walets yang dikelolanya beroperasi dari hari Selasa hingga hari Minggu. Umumnya, pengunjung ramai datang ke lokasinya saat di akhir-akhir pekan yakni dari Hari Jumat hingga hari Minggu. Sementara, untuk jam operasi warung pandang Walets, dibuka dari pukul 13:00 WIB hingga pukul 22:00 WIB.

Saat team dari sianturisimataniari.com yang sengaja berkunjung dan berkeliling disana, betul-betul menyaksikan secara langsung alam yang indah satu area dengan destinasi sejarah yang ada di kawasan Letter ‘S’

“Dari tempat ini, pengunjung akan terpesona saat menikmati keindahan perbukitan yang ada. Demikian pula dengan tempat ini dibuat sangat nyaman untuk ngopi dan cocok sekali untuk istirahat sejenak setelah lelah berkeliling menikmati tempat wisata monumen-monumen bersejarah yang ada di Lettes ‘S’,” pungkasnya.

Luar Biasa Citi Indonesia Kantongi Empat Penghargaan Sekaligus dari Infobank

Gambar saat Batara Sianturi bersama rekan dari Citi Indonesia Kantongi 4 Penghargaan Sekaligus dari Infobank

Jakarta – Citibank N.A., Indonesia (Citibank Indonesia) mengantongi empat penghargaan dari majalah Infobank.

Pada gelaran 11th Infobank Digital Brand Awards, Citibank Indonesia dianugerahi penghargaan dari empat kategori sekaligus, yaitu Corporate Brand, Debit Card from Foreign Bank, Credit Card from Foreign Bank, dan Wealth Management for Citigold.

“Pencapaian ini adalah hasil kerja kolaboratif, dan sekaligus menjadi ilustrasi dari komitmen Citi dalam memberikan layanan kepada para nasabah. Penghargaan ini kami persembahkan kepada para mitra dan nasabah kami,”

“Pencapaian ini adalah hasil kerja kolaboratif, dan sekaligus menjadi ilustrasi dari komitmen Citi dalam memberikan layanan kepada para nasabah. Penghargaan ini kami persembahkan kepada para mitra dan nasabah kami,” kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi, Jumat (8/4/2022).

Acara penghargaan ini juga turut dihadiri oleh  Head of Treasury & Trade Solutions Citi Indonesia Yoanna Darwin, Head of Retail Banking Citi Indonesia Steven Suryana, dan Head of Cards & Loan Citi Indonesia Herman Soesetyo.

Di sisi lain, Batara Sianturi juga didaulat menjadi pembicara pada CEO’s Sharing dengan topik “Advancing Business Strategy and Sustainable Economy in Digital Era”. Hal ini juga terjadi pada hari yang sama sebelum Citibank Indonesia menerima penghargaan dari Infobank.

Indonesia, menurut Batara, sangat atraktif dalam aspek ekonomi digital. Proyeksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia sangat besar, yakni mencapai 133 juta US dollar pada 2025, dan akan menjadi yang tercepat di ASEAN.

Dengan potensi ini, Citi melihat banyak sekali peluang untuk berkontribusi di Indonesia. Melalui layanan institutional banking, Citi siap mendukung pelaku fintech, e-commerce, dan mitra ekonomi digital lainnya.

Untuk kita ketahui bersama, bahwa Bapak Batara Sianturi juga aktif memelihara dan membangun sosial budaya Batak, secara khusus dalam Marga Simatuapang dan Sianturi. Bahkan Beliau adalah sebagai Ketua Perkumpulan Parsadaan Pomparan Raja Simataniari Sianturi Boru Dohot Berena Sedunia (PAPOSMA SEDUNIA).