Cerita Bapak Luhut Binsar Pandjaitan Dari Kunjungan Terakhir Dari Tano Batak

Bapak Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Pandjaitan Bercerita;

“Ketika pulang ke kampung halaman beberapa hari lalu, saya menemukan fakta yang cukup memprihatinkan bahwa kita semakin menjauhi adat istiadat dan budaya Batak. Contohnya, anak-anak di kawasan Danau Toba kini semakin sedikit yang mahir berbahasa Batak, padahal dahulu kita rutin menggunakan bahasa Batak untuk bahasa percakapan sehari-hari. Sebetulnya kita sama-sama sudah melihat berkah Tuhan YME diberikan melalui ditetapkannya Kaldera Toba menjadi UNESCO Global Geopark dan pemerintah pun menyambut hal ini dengan mengambil Danau Toba sebagai salah satu dari Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas.Inilah tantangan sekaligus kesempatan bagi kita, masyarakat Batak untuk merawat kebudayaan agar tidak terus tergerus dengan kemajuan zaman. Karena itu, saya sungguh mengapresiasi dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam Kongres Kebudayaan Batak Toba hari ini. Permohonan maaf tentu lebih dahulu harus saya sampaikan karena hanya bisa hadir via “online” dalam acara yang sangat penting seperti ini, dikarenakan kepadatan agenda dalam rangka persiapan KTT G-20 yang tinggal menghitung hari. Tapi saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa komitmen dan dukungan saya untuk pelestarian Budaya dan Adat Istiadat para tetua kita tak akan pernah berkurang. Itulah sebabnya mengapa saya terus mendorong keluarga untuk berkontribusi dan mendedikasikan diri melestarikan Budaya leluhur kami, yaitu kain ulos tradisional Batak melalui usaha rintisan yang kami beri nama Toba Tenun. Dengan menggandeng penenun dan pemasok kain untuk bersama-sama mengembangkan produk lokal khas Tanah Toba, upaya ini setidaknya mampu terus menjaga nilai-nilai tradisi Batak. Saya yakin kita hadir disini dengan semangat dan niat yang satu, untuk menjaga dan melestarikan adat budaya Batak Toba. Semoga kasih Tuhan YME meliputi kita semua agar pelestarian kebudayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Toba bisa kita wujudkan dan nikmati bersama-sama.Sahat-sahat ni solu, sahat ma tu bontean. Leleng ma antong hita mangolu. Sahat tu parhorasan sahat tu panggabean. Horas horas horas!”

Author: Admin

pengurus di perkumpulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.