Tarombo

Pendahuluan

Simatupang, Sianturi dan Simataniari

Rasa bangga dan sungguh merasa terhormat, kita memiliki peninggalan dan warisan budaya dari leluhur dan nenek moyang kita yang lazim di sebut dengan opputta sijolo – jolo tubu. For additional facts, mean these %%link%%. Dan kita adalah bagian dari suku Batak yang masing – masing memiliki garis keturunan puak dan marga.

Keterangan gambar: Tugu Raja Simataniari Sianturi di Lobutolong, Paranginan.

Tentu kita akan mengulas secara terbatas saja dan tidak memulai panjang lebar dari sejarah Siraja Batak, karena kita sudah memiliki banyak referensi bacaan yang kongkret terkait dari Siraja Batak.

Ya… marga yang kita tulis disini, adalah marga SIMATUPANG yang sampai saat ini masih sangat banyak disematkan pada bagian akhir dari nama. Namun demikian adalah lebih banyak lagi dari pomparannya sudah menyematkan Togatorop, SIANTURI dan Siburian sebagai marganya, yang mana ketiganya adalah putra dari SIMATUPANG. Togatorop, SIANTURI dan Siburian memang sudah menjadi marga yang sudah turun temurun digunakan pomparannya.

Nah kita adalah keturunan atau pomparan dari SIMATANIARI, yang mana SIMATANIARI adalah cucu dari SIMATUPANG atau anak dari putra keduanya yaitu SIANTURI, untuk lebih jelas lagi anak bungsu dari dua orang bersaudara Simangonding & SIMATANIARI.

Dihimpun dari banyak peninjauan, sudah banyak fakta – fakta yang akurasinya dan tingkat kebenarannya betul adanya, mudah kita pahami bahwa leluhur kita hidup dipinggiran danau toba, danau nan indah pemandangannya, namun demikian tantangan sisi ekonomi dalam kehidupan dengan geografis yang keras seperti itu sangatlah tidak mudah, namun leluhur dan nenek moyang kita yang lazim di sebut dengan opputta sijolo – jolo tubu kita mampu beradaptasi dari generasi ke generasi selanjutnya.

Ditengah – tengah situasi dan kondisi seperti itu mungkin menjadi salah satu faktor paling mempengaruhi, sehingga pomparan dari marga SIMATUPANG dan dari anak – anak dari marga Togatorop, marga SIANTURI dan marga Siburian banyak yang bergeser naik ke atas, bagian dataran tinggi Caldera Geopark tepatnya di Kecamatan Paranginan termasuk kita sebagai keturunan Oppu SIMATANIARI.

Sampai tiba pada waktunya, oleh para pomparannya bersatu hati membangun tanda sejarah berupa patung atau tugu sebagai prasasti yang diberi nama Raja Simataniari / Sonta Oloan Boru Hutahaean juga lengkap dengan nama kedua anaknya yaitu Baginda malim & Tunggul Ni Dolok dan tulisan tanggal, bulan, tahun selesai pembangunannya yaitu pada tanggal, 16 September 1921.

Keterangan gambar:
Pusara atau Tulisan pada Tugu Raja Simataniari Sianturi di Lobutolong, Paranginan.

” Raja Simataniari Sianturi / Sonta Oloan Boru Hutahaen memiliki dua orang putra Baginda Malim dan Tunggul Ni dolok “

Sekilas silsilah keturunan SIANTURI, yang bersumber dari data yang diyakini dan dipercaya sesuai dengan fakta kebenaran, sebagai berikut dibawah:

  • 2 (Dua) orang putra dari SIANTURI parsonduk bolon na ANIAN NAULI BORU MANURUNG, yaitu SIMANGONDING dan SIMATANIARI. https://youtu.be/–yfvbkwdG0

Berikut silsilah SIMATANIARI yang bersumber dari data yang diyakini dan dipercaya sesuai dengan fakta kebenaran sebagai berikut dibawah:

  • 2 orang putra dari SIMATANIARI parsonduk bolon na SONTA OLOAN BORU HUTAHAEAN, yaitu BAGINDA MALIM dan TUNGGUL NI DOLOK;
  • BAGINDA MALIM parsonduk bolon na (1) Manotalan br. Manurung, (2) br. Sarumpaet dan
  • TUNGGUL NI DOLOK parsonduk bolon na Pittauli br. Hutahaean.
  • 2 (Dua) orang putri, yaitu Anting Haomasan dan Naulosan; Anting Haomasan dipahuta Raja Marbun Banjarnahor dan Naulosan tu Raja Silaban Siponjot.

Kirim Komentar dan Masukan Anda

DAFTAR
Chat di WhatsApp