Tanggapan Batara Sianturi

Horas ma dihita saluhut na…
Sebetulnya, dengan terlaksananya rapat zoom hari ini, saya sudah cukup senang dan itulah yang dapat saya sumbangkan untuk kita semua.
Setelah saya ikuti secara seksama, molo hu paihut-ihut acara dari awal permulaan, memang terbukti hanya natua-tua dan sesepuh Sianturi Simataniari yang bisa dalam 10 hari melangsungkan rapat nasional Sianturi Simataniari yang pertama. Semua natua-tua/penatua/sesepuh sangat terbuka hatinya untuk mensukseskan rapat sedunia ini.
Memang pada situasi sekarang ini, tidak mungkin ada pertemuan fisik untuk kita mengumpulkan orang dari berbagai daerah dan berbagai punguan karena dampak pandemi covid19.
Saya pribadi telah terbiasa bekerja dengan Uda Tom Sianturi di Pesta Bona Taon Sianturi Simataniari SeJabodetabek tahun 2019 dan di Panitia Pesta Jubileum 100 tahun Tugu Raja Simataniari Sianturi. Dalam kaitan ini saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai bisa tidaknya kita melangsungkan acara pesta Jubileum 100 Tahun Tugu Raja Simataniari Sianturi tahun ini.
Saya ada rekaman pembicaraan tersebut dan nanti pada saat rapat Panitia akan saya perdengarkan, karena beliau menjawab; “….saya usahakan, mohon didukung dengan doa karena ini sangat tergantung bagaimana hasil  vaksinasi nasional, karena mengumpulkan massa ribuan orang dalam pesta Jubileum tersebut bukan tanpa resiko. Marga Silalahi juga ada rencana untuk melakuakn hal yang sama.”
Jadi, untuk acara kita hari ini, sebetulnya saya tidak pernah ada ambisi menjadi Ketua Umum Simataniari Sedunia atau Se-Indonesia, tapi kalau memang tidak ada pilihan lagi, mungkin hanya inilah yang bisa saya lakukan saat ini:… YA!
Sekali lagi disini saya sampaikan bahwa April tahun lalu Ompung JMT Simatupang sendiri menyampaikan tawaran untuk menjadi Ketua Umum Simatupang (PABRS) dan saya tolak, karena memang karena kesibukan saya sangat banyak.
Dan saya rasa menjadi seorang Ketua Umum bila sudah sudah menerima tanggung jawab, tidak baik juga kalau tidak menjalankan kewajibannya untuk pelayanan dan pengorbanan. Karena dalam kepemimpinan kita tidak hanya berbicara tentang hak, tetapi juga kewajiban.
Tadinya saya harapkan Uda Tom Sianturi mau menerima, tapi setelah mendengar alasan Uda Tom Sianturi ingin focus dengan pekerjaan panitia Pesta Jubileum………
(Di Lokasi Host & Moderator di Jakarta Disertai Hujan Petir)
Jadi saya bersedia untuk menerima tanggung jawab ini.
(Di iringi tepuk tangan karena riang dan gembira dari para peserta).