
SIANTURISIMATANIARICOM – Pertemuan (brainstorming) yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Parsadaan Pomparan Raja Simataniari Sianturi Boru dohot Berena Se Dunia (PAPOSMA SE DUNIA) bersama dengan Koordinator daerah Kampar 1, Koordinator daerah Minas Kab. Siak, pada hari Minggu, 19 April 2026 di Teko Kopi Arifin Ahmad Pekanbaru berjalan dengan lancar.

Koordinasi yang terjalin sangat baik diantara kami dari Sekretariat Perkumpulan dengan bapak Rudi Nababan (A. Artha) sejak satu minggu sebelum acara sampai menjelang hari H, tidak menghianati hasil. Terbukti acara dapat dikemas secara sederhana dengan penggunaan waktu yang sangat efisien.

Dapat diketahui, acara dimulai tepat pukul: 13.00 wib dengan diawali huhuasi dari bapak Rudi Nababan (A. Artha) yang sekaligus sebagai pembawa acara dan kemudian makan siang bersama lalu dilanjutkan dengan penyampaian paparan dari kami sebagai Sekretaris Perkumpulan.

Kemudian melangkah ke sesi berikutnya, waktu dan kesempatan diberikan kepada floor untuk memperkenalkan diri sekaligus memberi tanggapan atas paparan dan atas substansi isi surat Ketua Perkumpulan yang dibacakan oleh Sekretaris Perkumpulan.
Adapun inti dari isi surat Ketua Perkumpulan – Bapak Batara P. Sianturi berpesan dan menyampaikan harapan agar dapat terlaksana proses pembentukan kepengurusan ditingkat wilayah dan daerah se Prov. Riau.
Ketua Perkumpulan – Bapak Batara P. Sianturi juga menyampaikan penghormatan kepada komunitas-komunitas atau punguan-punguan lokal Marga dengan lingkup terbatas yang sudah terbentuk jauh sebelum berdirinya Perkumpulan Paposma Se Dunia, harus tetap dipertahankan.

Sebut saja Punguan Simatupang dan / atau Penguan Sianturi yang sudah banyak berkontribusi dalam hal-hal paradaton dan sebagainya dimana keanggotaannya per keluarga. Itu harus tetap diikuti dan dipertahankan, bahkan kehadiran Perkumpulan PAPOSMA SE DUNIA harus bisa sebagai “jembatan penghubung” atau “perekat” kepada seluruh elemen yang ada di dalam dan diluar Marga Simatupang.

Mengapa hal tersebut menjadi penting ditegaskan? Karena ada pihak-pihak yang sengaja membangun persepsi yang tidak benar, seperti mengatakan;
“Kehadiran Perkumpulan PAPOSMA SE DUNIA di daerah akan menyebabkan perpecahan — menjadi awal pemisahan diri Pomparan Raja Simataniari Sianturi dari komunitas atau punguan yang masih eksis dalam paradaton seperti misalnya Punguan Simatupang dan atau Punguan Sianturi ditempat tersebut”.
Kami secara tegas mewakili kepengurusan menyampaikan; Ini salah dan tidak benar demikian. Justru AD & ART Perkumpulan sudah sangat jelas dan dapat dibaca didalam Maksud dan Tujuan dibentuknya Perkumpulan, harus mampu sebagai katalisator dan komunikator secara khusus bagi para anggotanya dan Masyarakat pada umumnya.

Maksud pendirian perkumpulan adalah untuk;
Mempersatukan Pomparan Raja Simataniari pada khususnya dan untuk mempersatukan Pomparan Raja Sianturi pada umumnya dengan menjunjung tinggi falsafah Dalihan Na Tolu (filosofis atau wawasan sosial-kulturan yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak).

Tujuan pendirian perkumpulan adalah untuk;
- Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya nasional, adat istiadat, nilai-nilai luhur, filosofi Suku Batak pada umumnya dan keturunan Raja Simataniari Marga Sianturi pada khususnya.
- Mempersatukan, mengkoordinasikan, mengayomi, melindungi, membina, mempererat hubungan kekerabatan, kekeluargaan, dan persaudaraan dari keturunan Raja Simataniari Sianturi beserta Boru dan Berenya di seluruh dunia, membantu, serta memberdayakan para anggotanya menuju kesejahteraan jasmani dan rohani.
- Mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, penguasaan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia yang menjadi anggotanya sehingga mampu beradaptasi dan berkompetisi pada era globalisasi.
- Meningkatkan peran serta dan partisipasi aktif dari para anggotanya dalam segala aspek pembangunan di tengah-tengah masyarakat di tingkat nasional maupun global.
- Menjembatani, menyalurkan, memperjuangkan, dan mewakili para anggotanya untuk menyampaikan berbagai ide, aspirasi, eksistensi, kepentingan, harkat, martabat, kehormatan, dan hak-hak para anggotanya terhadap instansi/institusi pemerintah, badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
- Menjadi katalisator, fasilitator, komunikator, mediator, stabilisator, dan sarana bagi para anggotanya di mana pun Perkumpulan dan/atau para anggotanya berada.
- Membantu, menjadi mitra, serta bekerja sama dengan pemerintah, pemerintah daerah, swasta, lembaga, institusi, badan, organisasi lain, dan pihak lainnya untuk merealisasikan program-program yang diselenggarakannya baik secara nasional maupun internasional dalam rangka pengembangan dan keberlanjutan organisasi, serta untuk mencapai maksud dan tujuan Perkumpulan.
- Melakukan kegiatan pembinaan, pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi kepada para anggotanya dan masyarakat luas dengan menyelenggarakan berbagai seminar, ceramah, forum diskusi, dan cara-cara lainnya.

Namun syukur bagi Tuhan, pada akhirnya, brainstorming yang dilaksanakan di Pekanbaru berhasil menghasilkan kesepakatan². Setelah sebelumnya mendengar pandangan dan masukan dari floor. Pandangan dapat dikategorikan menjadi dua kelompok. Satu kelompok yang mendukung pembentukan (85 %) dan kelom[ok lainnya, menunggu (15 %). Yang paling penting disini tidak ada yang menolak pebentukan.

Adapun kesepakatan tersebut adalah seperti sebagai berikut dibawah ini:
- Lahirnya Panitia Pembentukan Kepengurusan di tingkat daerah se Prov. Riau,
- Telah disepakati 9 (Sembilan) Nama Panitia Pembentukan (nama-nama terlampir).
Adapun nama-nama Panitia adalah seperti sebagai berikut dibawah ini:
- St. Luat P. Sianturi/br. Naibaho (Minas, Kab. Siak) sebagai Ketua sekaligus anggota,
- Saulius Simatupang/br. Hutagalung (Kota Pekanbaru) sebagai wakil ketua sekaligus anggota,
- Rudi Nababan/br. Sianturi (Pasir Putih, Kab. Kampar), sebagai SekBen sekaligus anggota,
- Jasman Sianturi/br. Nababan (Pasir Putih, Kab. Kampar) sebagai anggota,
- Pnt. Gosen M. Sianturi/br. Aritonang (Kota Pekanbaru) sebagai anggota,
- St. Patar Simatupang/br. Simbolon (Kab. Bengkalis) sebagai anggota,
- Hinsa Sianturi/br. Sitinjak (Perawang, Kab. Siak) sebagai anggota,
- Bronson Sianturi/br. Nababan (Kota Dumai) sebagai anggota,
- Drs. Efendi Sianturi/br. Aritonang (Tapung hilir, Kab. Kampar) sebagai anggota.

Untuk diketahui, brainstorming dihadiri Sekjend Perkumpulan Paposma Se Dunia bersama 20 Peserta lainnya dari Pomparan Raja Simataniari Sianturi Boru dohot Berena yg berdomisili di Prov. Riau. Adapun nama-nama yang turut hadir sebagai berikut dibawah ini:
- Bpk. Hotli Junaidi Sianturi – DPP
- Bpk. Sumber Sianturi – Duri Kab. Bengkalis
- Bpk. Cristovel Sianturi – Duri Kab. Bengkalis
- Bpk. Patar Simatupang – Duri Kab. Bengkalis
- Bpk. P. Sianturi (Op. Louis) – Duri Kab. Bengkalis
- Bpk. Hinsa Sianturi – Perawang Kab. Siak
- Bpk. Simson Sianturi – Peranap Kab. Indragiri Hulu
- Bpk. M.G. Sianturi – Pasir Putih Kab. Kampar
- Bpk. Jasman Sianturi (A. Chandra) – Pasir Putih Kab. Kampar
- Bpk. Op. Nisi Artha N Sianturi – Pasir Putih Kab. Kampar
- Bpk. Bronson Sianturi (A. Juan) – Kodya Dumai
- Bpk. Marihot Sianturi (A. Fitri) – Perawang Kab. Siak
- Bpk. Feber Sianturi (A. Febrina) – Kota Pekanbaru
- Bpk. M.R. Hutasoit – Pasir Putih Kab. Kampar
- Bpk. Jonson Simatupang – Kota Pekanbaru
- Bpk. Bantu Sianturi – Minas Kab. Siak
- Bpk. Efendi Sianturi – Tapung Hilir Kab. Kampar
- Bpk. Pnt. Gosen M. Simatupang – Kota Pekanbaru
- Bpk. Saulius Simatupang – Kota Pekanbaru
- Bpk. Rudi Nababan – Pasir Putih Kab. Kampar
- Bpk. St. Luat P. Sianturi – Minas/Kab. Siak.

Pada bagian khir acara setelah dibacakannya hasil kesepakatan, kami sebagai Sekretaris Perkumpulan menyampaikan terimakasih dan rasa bangga atas kehadiran dari undangan. Kemudian akhirnya acara ditutup dengan doa penutup yang dibawakan oleh Op. Nisi Artha doli Sianturi.
Demikian.(Admin/Sekretariat).


















































